Sublimasi adalah fase dimana kita akan bertemu dengan peristiwa, yang seolah tak tampak namun tegas membersamai. Entah disadari atau tidak, itulah sebenarnya yang kita alami, sehingga ritus saban bulan dalam acara melingkar terus terlaksana. Entah berapa pun yang hadir pada saat melingkar. Upaya ngoncek’i, mencari-menemukan, mengurai-menyimpulkan yang selama ini kita lakukan, tidak lain karena nilai Maiyah telah menyublim pada diri kita.

Bahkan dalam wilayah personal, masing-masing dari kita telah berusaha setidaknya seperti semut yang membawa air untuk memadamkan api saat Nabi Ibrahim terbakar. Tentu upaya tersebut secara progres adalah tindakan yang percuma, namun setidaknya itu telah menunjukkan dimana keberpihakan kita. Nilai-nilai Maiyah yang sublimatif itu, serupa software yang menjadi bagian penting bagi keberlangsungan tindakan yang dilakukan. Silahkan ngrogoh diri sendiri, dalam ruang kontemplasi coba bandingkan diri kita sebelum dan sesudah berproses bersama nilai-nilai Maiyah. Tentu kita akan takjub sendiri dengan perubahan yang telah kita alami. Dalam perumpamaan software dan hardware keduanya harus memiliki keseimbangan agar dalam ruang geraknya tidak mengalami kepincangan. Segunung apapun kita menumpuk, meng-update nilai-nilai maiyah tanpa dibarengi dengan meng-update laku kita maka yang terjadi adalah ketidakseimbangan. Kita pada akhirnya menjadi Kyai Jarkoni (pinter ngajar, raiso nglakoni). Semoga saja masing-masing dari kita tidak seperti itu.
Dengan tersublimnya nilai-nilai Maiyah pada diri kita, tentu masing-masing dari kita memiliki keotentikan tersendiri dalam mengolah, menafsirkan, mentadaburi, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal itu, mari kita mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang hadir dari Mocopat Syafaat di bulan September 2022.

  1. Faktor-faktor apa saja pada bumi dan alamnya, masyarakat dan manusianya serta negara, pemerintahan dan managementnya yang membuat sebuah bangsa menjadi selamat dan sejahtera serta apa saja yang membuat bangsa itu mundur dan hancur?
  2. Gerakan Maiyah dan eksistensi jamaahnya merupakan faktor positif pada bidang apa dan negatif di bidang apa?
  3. Pengumpulan dan pendayaguaan uang rakyat berapa persen untuk faktor-faktor yang positif dan berapa persen untuk faktor-faktor yang negatif?

Dari tiga pertanyaan tersebut, nantinya dapat menjadi bahan diskusi dalam melingkar bulan ini. Tiap jawaban yang timbul dari tiap personal, nantinya akan sangat menarik. Karena sebagaimana yang pernah didawuhkan oleh Simbah, bahwa keseimbangan kehidupan harus tetap dijaga. Semoga upaya kita dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu adalah jalan membangun keseimbangan tersebut