Majelis Maiyah Jember

Month

April 2018

Prolog Mei 2018

“Obahe Urip” Bergerak ialah tanda bahwa masih adanya kehidupan, namun bukan berarti diam adalah tanda kematian karena sangat mungkin diam merupakan titik tolak pergerakan menuju yang lebih sejati dalam kehidupan makhluk, seperti para pendoa yang berdiam disepertiga malam dalam kekhusyukan… Continue Reading →

Reportase April 2018

Tidak memilih adalah pilihan Hawa dingin dan jalur yang gelap tidak menyurutkan jamaah ketika harus bertandang maiyahan di desa sidomukti kecamatan mayang kabupaten mayang. Jalan yang rusak parah entah karena tidak ada perhatian atau sengaja ada pembiaran dari pemerintah daerah… Continue Reading →

Prolog April 2018

Tidak Memilih adalah Pilihan Demokrasi adalah perawan suci yang yatim piatu, nasabnya belum pernah jelas namun ia memerdekakan manusia sepenuhnya. sebagian manusia membutuhkan kesucian demokrasi, sebagian lain demokrasi sebagai tempat berlindung, sebagian juga demokrasi dijadikan ekploitasi dan sebagian besar manusia… Continue Reading →

340 Juta Tuhan

Entah siapa yang punya ide dan berani menjadi pemrakarsa: tiga anak muda milenial itu seperti sengaja mempermainkan Simbah. “Mbah”, kata Beruk. “Ya?”, Simbah merespons. “Uksakka itu apa?” “Uksakka… Apa itu?” “Lho saya yang tanya, Mbah, kok malah Njenengan bertanya balik”… Continue Reading →

Nyicil Simpati Kepada Setan

Tulisan ini saya bikin dengan mencuri waktu di sela-sela forum, menyelinap beberapa momentum untuk bisa menulis. Kerja saya seperti Setan: berupaya pandai menggali peluang untuk memasukkan partikel energi dan nilainya ke pori-pori kejiwaan manusia. Dan untuk manusia di zaman ini,… Continue Reading →

© 2026 Jembaring Manah — Powered by WordPress

Theme by Anders NorenUp ↑