Tidak memilih adalah pilihan

Hawa dingin dan jalur yang gelap tidak menyurutkan jamaah ketika harus bertandang maiyahan di desa sidomukti kecamatan mayang kabupaten mayang. Jalan yang rusak parah entah karena tidak ada perhatian atau sengaja ada pembiaran dari pemerintah daerah dan tentunya dinas terkait serta tidak adanya lampu penerangan jalan menuju lokasi maiyahan menimbulkan rasa kritis bagi penulis bahwa pemerataan yang di canangkan pemerintah daerah tidak benar terealisasi.
Rasa kaget dan bingung ketika sampai di lokasi(mungkin juga dirasakan jamaah lain) di luar dugaan jamaah begitu banyak sampai sesak tempat yang di gunakan untuk melingkar, hingga penasaran para jamaah terbayar ketika mendengarkan paparan dari kyai munawar(ayahanda dimas) bahwa di lokasi tersebut sudah seringkali bahkan istiqomah menjalankan apa yang disebut pengajian “suluk purnama”. Kyai Munawar menjelaskan substansi dari isi suluk purnama yang sekaligus menjadi pagar bagi kami jamaah maiyah ketika offside dalam pemahaman dan cara berpikir.
Para jamaah melepas dahaga ketika mendengar lantunan lantunan sholawat yang di bawakan oleh gamelan sunan mukti yang di asuh oleh dimas dan wildan(Jamaah maiyah). diskusi yang sebelumnya sudah di rencanakan berjalan sebagaimana mestinya menjadi meluas ke ranah hakekat yang disampaikan oleh kyai munawar yang menginstruksikan kepada jamaah suluk purnama untuk tidak berpolitik.
menjelang tengah malam jamaah maiyah mulai menjalankan diskusi yang fokus pada hasil workshop simpul maiyah di sidoarjo tgl 24 maret 2018 bahwa perlu mendelegasikan beberapa jamaah yang ekspert di bidang multi media dan keorganisasian untuk memulai memadat dalam menjalankan maiyah kedepan.
Plotingan dan penunjukan dalam hal multimedia dan keorganisasian sudah menjadi kesepakatan serta keikhlasan masing masing jamaah, jadi tidak ada pemaksaan dalam menjalankan maiyah di jember dan juga untuk menepis anggapan bahwa maiyah di jember hanya di organize oleh beberapa orang
Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi para jamaah sudah cukup puas dengan maiyahan bulan april ini dengan adanya wejangan dari kyai munawar dan paparan dari beberapa jamaah maiyah sendiri.
Satu persatu jamaah maiyah berpamitan kepada tuan rumah dan satu persatu pula jamaah menghidupkan motor untuk pulang kerumah masing-masing dengan membayangkan tema bulan mei 2018 “obahe urip”.(Choidar Kodrat)

Penulis aktif di majelis masyarakat maiyah jembaring manah (jember),Dewan Kesenian Jember dan Jurnalis di Radar Online.id