JembaringManah edisi awal tahun ini dapat diselenggarakan pada Sabtu,19 January 2018, yang bertempat di Cafe Pak Pho Pondok Lalang, untuk tempat penyelengaraan tidak tetap biasanya masih melalui permusyawahan antar pengiat JembaringManah untuk menentukan lokasi pada bulan selanjutnya, dihadiri oleh berbagai macam comunitas dari Slanker, Vespa, Pengamen Jalanan dan masih banyak lagi. JembaringManah untuk mengawali tahun mengambil tema “Festival Mlenial”.
Mengawali acara Gamelan Sunan Mukti Meramaikan beberapa nomer sholawat lalu di lanjutkan dengan pembacaan doa oleh Pak Yai, JembaringManah selalu mengundang narasumber yang ada disekitar lokasi termasuk Pak Yai sekitar kampung untuk memberikan sharing ilmu kepada kami semua, kemudian di lanjutkan pembacaan prolog.
Mas Ferli merespon dalam prespektif IT “Milenial hari ini sangat bruntung kara apa” tingal pencet, mau kemana tinggal buka aplikasi tinggal apencet, semisal kita ingin berpergian kemana tinggal pesan ojol atau kita tengah malam laper tinggal pesan gofood dan langsung makananya diantar sampai halaman rumah. Untuk usaha apa pun hari ini kita tak perlu repot untuk mencari pembeli, tinggal upload di sosmed atau mengiklankan barang dagangnya langsung pembli datang sendiri.
Dari Penjelasan tadi kemudian Gus Dimas merspon “Hari ini mendekati akhir zaman karana sudah jarang yang berkumpul dan bertatap muka langsung seperti ini, kebanyakan hanya sibuk di depan smartphone, dunia sekarang semakin telanjang bulat karna sudah tidak ada yang bisa di sembunyika lagi, arus informasi begitu mengalir deras setiap jam, menit, detik atau bahkan setiap kedipan mata, internet banyak manfaatnya lebih banyak lagi tidak ada manfaatnya jika salah digunakan”. Semoga kita semua termasuk Generasi yang ada dalam Al-Qur’an surah Al Maidah ayat 54.
Kemudian dari comunitas slanker memberikan pandanganya. ” Kita berbeda tetapi kita sama salam peace. Jiwa kita adalah jiwa plur, anak slanker di cap negatif, urakan, anak jalanan, anak penganguran, kebanyakan menganggapnya seperti itu, padahal tidak. Kalau dari anak” slanker sendiri banyak yang brkreasi, yang disangkanya kita pngangguran ternyata kita kerja. Untuk slanker sekarang kita bisa jamin anti narkoba kita berkarya tanpa narkoba, malah kita siap berperang melawan narkoba”.
Works Shop Tetang Internet marketing oleh Mas Irwan Fahmy “Temen- temen yang sudah tidak asing dengan smartphone ternyata ada perusahaan yang mengorganisir semuanya seperti iklan” yang ada di social media itu tidak langsung muncul dengan sendirinya tetapi sudah ada yang mengatur, disebut digital marketing. Jaman dulu saya tidak percaya kalau main social media bisa menghasilkan, ternyata hari ini main social media sudah ada profesinya Pada digitalmarketing .sekarang itu bukan jamanya langsung jualan menawarkan pada konsumen tetapi tingal upload social memdia langsung konsumen datang dengan sendirinhya, saya di istagram mempunya satu tim yakni Info Jember, kalau ada keramaian pastia ada orang yang ingin menaruh info kalau menaruh info itu dari perusahaan ada nilai komersialnya jadi awalnya tujuanya buakan menghasilkan tetapi terus berjalan ternyata bisa menghasilkan pada sisi ekonomi, kalau di dalam game ada ribuan orang di dalamnya, kita sendri enaksaja main tetapi yang di untungkan adalah tim dari si pemubuat game itu dari item yang dijual di dalam game. jamannya semakin berkembang otomatis kita harus menyesuaikan dulu orang makelar sekarang orang modal hp di foto jualan upload di sosmed dan ternyata laku. ternyata barang kita yang lokal ini laku di luar luar negri. banyak sekali kisah orang cuman modal jaringan iternet. Saya Mendirikan JDEC Jember Digital Enterprener Comunity yang memuat sharing” tentang internet marketing misalkan ada yang jualan kaktus di Social Media ternya laris komutiasnya sekarang berjalan dan mungkin suatu saat nanti bisa di kolaborasikan bersama temen-temen semua”.
Stelah Work Shop selesai di lanjut dengan memainkan nomer dari Gamelan Sunan Mukti. Bernama Pak Is langsung menuju ke depan dan penyampaikan sedikit keluh kesahnya datang jauh jauh dari tanggul menuju lokasi acara kurang lebih jaraknya 45 KM yang mengira Mbh Nun akan datang ternyata tidak. “Saya tidak kecewa datang melihat teman teman anak muda yang semangat, saya sangat senang sekali karna saya bisa menyatu dengan teman teman, anak anak muda alhamdulillah saya umur sengini masih di beri kesehatan. Beliau juga menyampaikan anak anak muda harus peduli akan keadaan sosial kalau di dasari rasa teresno akan sangat luar biasa sekali. saya sudah membayangkan Mbh Nun akan hadir dan ternya hanya jagongan ngopi ngopi biasa tapi alhamdulillah lah jagongan kita hari ini dari hati ke hati penuh keiklasan, kejujuran apa yang ada dalam hati kita ini bisa kita sampaikan tidak ada yang kita kurangi dan kita tambahi, saya berharap agar acara seperti ini bisa cepet merata di Jemberr hingga ke desa”. Saya bersyukur sekali anak anak muda mlestarikan budaya dan merelakan malaminggunya untuk sinau bareng dan nyengkuyung masalah bareng”.
Leave a Reply