Dengan nama Tuhan atas nama Cinta, Dengan nama Allah atas nama Ar-rahman dan Ar-rahiim.
Lihatlah burung itu,
Burung itu tidak terikat pada: benda kesayangan, makanan enak, orang yang ramah, orang tua yang baik, teman yang setia, kekasih yang menyempurnakan, kedudukan yang penting, pikiranya yang bisa salah, dan yang lebih halus lagi burung itu tidak terikat kepada hidupnya. , lalu tiba-tiba burung itu terjebak pukat yang talinya terikat pada sebuah pohon.
Lihatlah pohon itu,
Pohon itu tidak terikat pada: baliho-baliho yang menancap paksa dibatang tubuhnya dari calon penguasa, pada kekuasaan yang . Lihatlah daun pada pohon itu yang harus mengering, jatuh dan meninggalkanya supaya pohon itu tumbuh indah sebagaimana mestiNya. Duduklah dibawah pohon, caritau kisah pangeran yang dapat membebaskan burung terikat itu.
Lihatlah kisah itu,
Kisah itu tidak terikat pada: jari, ditangan yang menunjuk bulan. Kisah yang disembunyikan laba-laba di gua Hira. Seperti kisah pangeran Gautama, pangeran Suryomentaram ataupun pangeran Paranggi yang dapat membebaskan keterikatanya terhadap kelekatan. Jika rusak sarang laba-laba itu, ia tidak akan sengsara lalu , hancur bangun lagi. Ini menarik, karena hanya manusia yang berpotensi terikat terhadap kelekatan atau .
Bagaimana mungkin anak kecil itu, “Tidak diajari” oleh guru dengan hasil produksi dari , sukhā mengejar-ngejar selera hasil manipulasi mekanisme pasar dari masyarakat konsumtif, mati-matian menghindari duḥkha, memberi karena , konformis berseragam, membeda-bedakan dan mengalahkan yang lain dengan cara apapun. Bagaimana mungkin sistem sekolah saat ini mengajari anak kecil itu, kelekatan dalam keterikatan? kau dilahirkan dengan sayap, kenapa musti merayap.
“Lihatlah masyarakat tempat kita tinggal. Masyarakatnya sudah busuk, penuh dengan keterikatan. Apa itu Keterikatan? Keterikatan adalah keadaan kemelekatan emosional yang disebabkan oleh keyakinan bahwa tanpa sesuatu atau seseorang tertentu anda tidak bisa bahagia.” Anthony de Mello dalam buku Stop Fixing Yourself: Wake Up, All Is Well
Siapa ini yang sedang membaca dan bernapas?. Hardirlah disini dan saat ini. Lampaui identitas dan semua keinginan. Rasakan kesatuan. Tenanglah segala peristiwa itu sementara. Belajar dan bebaslah. dalam membahas “Burung Terikat”?
Segala puji bagi Cinta, untuk semesta Alam. Segala puji bagi Allah, tuhan semesta Alam.
Ditulis Pada Musim Hujan di Jombang Tahun 2024, Dengan Sembilan Catatan Kaki:
Bahasa Jerman dari keterlemparan, sebuah konsep dari Heidegger untuk menggambarkan suatu keadaan manusia yang dilempar atau geworfen ke dunia. (Sumbernya dari mbah google)
Kiasan dari kata korupsi yang diturunkan dari bahasa Latin yaitu corruptio atau corruptus yang bermakna: busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. (Eh maaf wifinya tiba-tiba mati, engak tau tadi ini sumbernya dari mana).
Bahasa Pali dan Sanskerta yang berarti kondisi dimana manusia berputar-putar tanpa tujuan dikarenakan ketidaktahuan dan kemelekatan-kemelekatan. (Nyanatiloka Mahathera. 2011. Paticca-Samuppada: Dependent Origination. Jakarta: Vijjakumara).
Bahasa Pali dan Sanskerta yang searti dengan “attachment, clinging, grasping”, Dalil ke-8 “Tanhapaccaya-upadanam: Melalui nafsu keinginan, kemelekatan dikondisikan”. (Nyanatiloka Mahathera. 2011. Paticca-Samuppada: Dependent Origination. Jakarta: Vijjakumara).
Ideologi pendidikan yang melahirkan obsesi pada gelar akademik, dan arus globalisasi pendidikan yang menyempitkan pendidikan menjadi semata pengabdi kepentingan bisnisn serta industri. (Wattimena, R. A. 2017. Pendidikan Gila Gelar?. Wanua, 3(3), 305-327).
Sistem yang mengasingkan dimaknai sebagai sistem pendidikan yang tidak otentik sebagai praktik pembebasan (Kritik dari Paulo Freire judul bukunya “Pendidikan Politik”: Hehehe tidak dikasih sumber karena bukunya ketinggalan).
Kasihan artinya melihat rendah pada orang lain sebagai orang miskin dan mahluk menyedihkan. Arjuna merasakan rasa sakit mereka seakan-akan dialaminya sendiri. (Ramananda Prasad. 2008. Bhagavad-Gita: Untuk Anak dan Pemula. Fremont: International Gita Society)
Judul dari sebuah buku yang ditulis oleh imam yesuit dan psikoterapis Anthony de Mello. Buku yang berisi anekdot atau cerita kecil dengan tema-tema perenialisme agama. (Sumber inspirasi untuk judul tulisan ini).
Judul dari sebuah buku yang ditulis oleh penyair sufi Faridu’Din Attar. Buku yang berisi perjalanan spiritual para burung melewati tujuh lembah. Rumi pernah mengatakan satu inspirator ia dalam hidup adalah Faridu’Din Attar. (Sumber inspirasi untuk judul tulisan ini).
Leave a Reply