“KURANGI CARI AIR, CARILAH DAHAGA AGAR AIRMU MEMBUNCAH DARI KAKI SAMPAI KEPALA”
-MAULANA JALALUDDIN RUMIMenurut kbbi skeptis/skep·tis/ /sképtis/ a kurang percaya; ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dan
sebagainya). Sedangkan alternatif/al·ter·na·tif/ n pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan.
Alternatif bisa kita sebut sebagai jalan pintas, seringkali kita mendengar penggunaan kata
alternatif entah itu dalam hal pengobatan, musik, pendidikan, atau apapun yang pada intinya alternatif
adalah sebuah pilihan diantara banyak kemungkinan yang kita pilih atau kita jalani. Namun apakah
alternatif adalah jalan pintas yang dapat dipastikan kebenarannya atau ketepatan atas tujuan dari
sebuah jalan itu sendiri?
Kita ambil contoh dalam dunia pengobatan atau medis. Banyak orang yang memilih pengobatan
alternatif dikarenakan biaya yang relatif lebih murah daripada berobat di rumah sakit yang cenderung
memiliki biaya yang sangat mahal. untuk kesembuhan kita tidak pernah bisa menjamin entah
pengobatan alternatif maupun medis yang di rumah sakit pun bisa seratus persen dijamin
kesembuhannya, sebagai manusia beriman kita hanya bisa berusaha dan berikhtiar untuk kesembuhan,
sebab hanya Allah SWT yang maha menyembuhkan.
Seringkali kita mendengar gerakan cuci tangan menggunakan sabun, padahal alternatif selain
sabun ada lerak atau sirih yang bisa kita gunakan, selain memiliki kandungan untuk mencuci, lerak dan
sirihpun sangat ramah lingkungan karena tidak memiliki kandungan bahan kimia yang dapat mencemari
air. Namun berapa persen orang yang menggunakan alternatif mencuci tangan dengan menggunakan
lerak atau sirih? Apa jangan-jangan manusia di jaman modern ini termakan modernisasi hingga akhirnya
skeptis untuk memilih alternatif tersebut?
Sudah setahun kita mengalami wabah penyakit yang bernama covid-19. Namun apakah covid ini
tidak bisa kita obati dengan jalur alternatif? Semuanya seolah hanya rumah sakit atau dokter yang dapat
menyembuhkan penyakit covid ini. Apakah bangsa kita tidak memiliki ahli untuk mencari alternatif
seperti membuat obat herbal atau apapun yang intinya adalah solusi agar tidak bergantung kepada
bangsa lain. Atau mungkin kita skeptis dengan kemampuan kita sendiri?
Atau jangan-jangan covid-19 ini memang diciptakan sebagai alternatif jalan untuk menuju
ketuhanan? Atau mungkin akan ada suluk covid-19 atau thariqoh covid-19 atau apapun itu. “Mal corona,
wa mal corona, wa ma adroka mal corona”.
Mari bersama-sama mencari dahaga karena banyak jalan menuju roma dan tuntutlah ilmu
sampai ke negri china.
Leave a Reply