Festival millennial

Festival memiliki arti pesta, perayaan ataupun sebuah acara kebudayaan  khusus sesuai dengan tema tertentu. Sedangkan millennial adalah generasi yang hari-hari ini mengisi jumlah manusia produktif  di dunia. Generasi ini amat disanjung dan diperebutkan.  Dalam kajian ilmu sosial, generasi millenial merupakan kelompok demografis setelah generasi X. Generasi ini lahir antara 1980 hingga 2000. Dengan demikian, generasi millenial sekarang berusia 18 tahun hingga 38 tahun. Di Indonesia, proporsi generasi millenial sekitar 34,45 persen, lebih dari sepertiga jumlah penduduk negeri ini.

. Menurut bappenas  penduduk millennial berjumlah 90 juta (20-34 tahun) artinya generasi millenial seharusnya memiliki peran penting untuk masa depan negeri ini.
Mbah Nun dalam sinau bareng pernah mengatakan bahwa  genarasi mileniial adalah generasi kedua Maiyah.  Anak-anak muda yang hari ini menjadi peramu di balik layar Maiyah. Generasi yang penuh potensi dan talenta. Anak-anak muda ini adalah Generasi Millenial di Maiyah yang sangat mungkin menjadi satu pasukan khusus di Maiyah untuk menjadi salah satu garda terdepan Maiyah. Anak-anak muda Maiyah harus mampu mengidentifikasi dirinya, layaknya sebuah Pasukan Militer, ada yang bertugas dalam Pasukan Infantri, ada yang menjadi bagian dari Pasukan Kavaleri, ada juga yang bertugas dalam barisan Pasukan Kavaleri.

Generasi millenial menyuarakan tantangan besar di Indonesia, mulai dari aspek keterbatasan lapangan pekerjaan (25,5 persen), tingginya harga sembako (21,5 persen), hingga tingginya angka kemiskinan (14,3 persen). Riset CSIS juga memotret batas-batas toleransi dalam kehidupan generasi millenial. Kelompok millenial cenderung tidak setuju jika ada gagasan mengganti Pancasila dengan ideologi yang berbeda. Aspirasi ketidaksetujuan ini sangat tinggi, yakni sebanyak 90,5 persen, berbanding dengan yang setuju, 9,5 persen. Namun, dalam hal penerimaan terhadap pemimpin yang berbeda agama, generasi millenial cenderung tidak bisa menerima (53,7 persen), sementara yang bisa menerima pemimpin beda agama sebanyak 38,8 persen. berkaca dari penelitian tersebut maka peting mebangun interaksi dalam sebuah ruang publik . Maiyahan selama ini adalah ruang public yang ruang komunikasi lintas agama dan budaya. 

Ide mengangkat tema Festival Millenial  adalah harapan bahwa suka cita menyambut kuantitas generasi produktif dengan jumlah banyak pun diiringi dengan meningkatnya kualitas.  Sembari ngopi dan ngobrol gayeng dalam rutinan semoga menemukan ide-ide  untuk kebermanfaatan bersama. 

By Nikma Turrohmah