
“ALAS PATI , AGRARIS YANG PERLAHAN MULAI TERKIKIS”
Alas pati merupakan bahasa jawa dari hutan mati, maksud dari tujuan alas pati disini adalah perlahan terkikisnya alam kita khususnya di indonesia dari sektor\segi pertanian. Sudah tak asing bahwa indonesia merupakan salah satu negara yang besar akan sektor pertaniannya, bahwasannya masyarakatnyapun juga banyak menggantungkan hidupnya menjadi seorang petani.
Mungkin permasalahannya saat ini negara kita sedang krisis akan lahan pertaniannya, karena pembangunan mulai dilakukan di berbagai daerah, ambil saja contoh kasusnya pembangunan pabrik semen di kendeng dan bandara di kulonprogo yang membuat sebagian masyarakatnya kehilangan mata pencahariannya sehari – hari yakni bertani.
Kita mencoba menarik dari segi sisi kemanusiannya bukan dari segi kepentingan politiknya, gus mus pernah menjelaskan bahwa ”Kehidupan manusia di dunia tidak hanya berhubungan dengan Allah (hablum minallah) semata, tetapi juga hubungannya dengan manusia (hablum minannas), dan lingkungan atau alam (hablum minal alam). Kasih sayang manusia terhadap sesama dan lingkungan atau alam sekitar merupakan perwujudan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fil ardh).”
Dari pernyataan di atas kita dapat menggaris bawahi bahwa kita sebagai manusia juga harus memberikan kasih sayang terhadap lingkungan atau alam sekitar, jika dikaitkan dengan kondisi saat ini lantas apakah kita sebagai manusia sudah menjadi manusia yang benar – benar manusia? Melihat alam di pegununganpun mulai benar – benar hilang kealamannya, sampah berserakan dimana – mana. Apakah pemerintah bersikap bukan sebagai manusia? Lalu jika memang kelak sektor pertanian/alas negara ini benar – benar habis apakah kita akan beralih pada sektor kelautan/maritim? hingga negara kita kehilangan identitas negara agrarisnya. Lalu apakah alam akan marah kepada kita hingga alampun berbalik tak lagi menyayangi kita? Lantas bagaimana kita menyikapinya sebagai seorang manusia yang benar – benar sebagai seorang manusia?
Leave a Reply