Bulan ini adalah bulan istimewa bagi Komunitas Jembaring Manah. Alhamdulillah Jembaring Manah sudah berumur 5 tahun. Perjalanan yang masih bisa dikatakan awal dalam kehidupan. Layaknya kehidupan manusia umur 5 tahun berarti sudah keluar dari fase balita. Pada fase baru ini para penggiat Jembaring Manah memilih tema Genetika Cinta. Sebagai harapan semakin banyak kita dapat mewariskan cinta.
Tidak lama lagi kita akan mengalami pemilihan bupati, yang mungkin kita juga merasakan suhu disekitar kita yang mulai menghangat. Mudah-mudahan kita menjadi pendingin dilingkungan kita masing-masing. Mbah Nun penah menyampaikan saat Maiyahan di UGM” : ‘Kepada Indonesia kita cinta mati, sedangkan kepada presiden, kita cinta rasional saja.
Cinta rasional berarti kita harus memiliki kemampuan untuk memilih mana yang baik bagus dan layak dipertimbangkan. Menurut Mbah Nun , cinta itu suatu keadaan di dalam jiwa manusia. Suatu situasi yang bergulung-gulung di batas kedalaman jiwamu. Sedangkan mencintai adalah keputusan sosial. Mencintai adalah perilaku, langkah perbuatan kepada yang bukan dirimu. Bentuknya tidak lagi seperti yang ada di dalam dirimu. Ia sebuah dinamika aplikasi keluar diri, bisa berupa benda, barang, jasa, pertolongan, kemurahan, dan apapun sebagaimana peristiwa sosial di antara sesama manusia.
Apa yang disampaikan oleh Mbah Nun semoga saja menjadi semangat kita dalam mengisi Jembaring Manah tahun-tahun kedepan. Semoga kita bisa melakukan terus menerus kebaikan. Agar kita bisa merasakan Tajalli Tuhan dan membalas Cinta Rasullullah.
Tentang cinta
Emha Ainun Nadjib
Bukankah ini semua tentang cinta
Bukankah urusan kehidupan ini adalah cinta
Bukankah asal muasal penciptaan ini adalah cinta
Bukankah seluruh ruang memuat getaran cinta
Bukankah sepanjang waktu yang bergetar hanyalah cinta
Bukankah sepanjang perjalanan ini urusannya adalah cinta
Berawal di hulu cinta
Berakhir pun kelak pada hilir cinta
Engkau sendiri titip pesan melalui kekasih-Mu, dan ia sampaikan:
“Kalau memang kalian cinta kepada Allah, berjalanlah mengikuti jejakku”
Sejak awal mula penciptaan
Ia sampaikan itu kepada sesama cahaya
Kemudian kepada para Malaikat, alam, sungai, pepohonan, gunung-gunung dan semua ciptaan-Mu
Disampaikan juga kepada warna, suara, sunyi dan setiap serpih rahasia
Sampai akhirnya tiba padaku
Dan tak kujumpai apapun lainnya
Kecuali panggilan mesra cinta-Mu
20 Juni 2018
Leave a Reply