Maiyah adalah bibit-bibit energi baru yang terbarukan. Marja Maiyah telah sejak lama menyebar bibit-bibit baru, sudah selayaknya bibit-bibit itu tumbuh untuk menggantikan tanaman lama. Selayaknya kita seharusnya malu dengan energi-energi marja Maiyah yang dengan usia senja tapi pantang menyerah dalam berjuang. Mbah Fuad yang berumur 71 tahun masih berkelana menjadi Dewan Kehormatan Majelis Ummana. Mbah Nun sejak belasan tahun hingga kini 64 tahun masih sibuk keliling menghibur, mendamaikan orang-orang di desa, kota dalama dan luar negeri. Syech Nursyamad Kamba dalam usia ke 62 tahun tak henti-hentinya memberikan pemahaman tasawuf kepada tempat yang dia datangi. Bahkan baru-baru ini beliau masih mampu meluncurkan buku.
Kita Harus melakukan revolusi diri. Kita Kaum-kaum milenial yang seharusnya bisa melebihi prestasi-prestasi Mbah-mbah kita. Mari kita mulai membangun gardu gardu baru, kita semai kecambah portal portal energi baru. Prestasi kita seharusnya jauh melejit dari energi-energi sebelumnya. Parameter kelayakan harus lebih bermanfaat jauh di atas rata-rata.
Sejatinya Energy tidak perlu dicari, ia bersirkulasi, beradaptasi secara alami. Kita hanya butuh, katalis katalis revolusioner untuk meledakkan nya tentu dengan momentum dan tempat yang Sunnatullah. Semoga kelak ujung dari sebuah revolusi energi ini, adalah lingkaran lingkaran insan yang berbagi senyuman didampingi bergelas gelas Kopi. Satu kata kunci saja.. Revolusi energy adalah pola sirkulasi yg takkan pernah berhenti berproses dari mode manual menjadi Mode Auto.
Maiyah itu serupa dapur yang mengolah segala energi yang semuanya dirubah menjadi kebaikan. Kehadirannya tidak untuk menambah pertanyaan daari kerumitan yang selama telah lama menghujam kepala dan dada. Apapun yang datang pada Maiyah tidak ditelan mentah, tidak wajib dipercaya, tidak harus ditolak apalagi sampai alergi. Kelapangan dalam menerima, ketajaman dalam berfikir, kejernihan dalam memilah dan perhitungan dalam memilih ialah beberapa dari sekian banyak formula yang menjadikan maiyah menjadi wadah bagi segala yang bertamu. Bukankah baik dan benar ialah tentang tentang bagaimana kita mendasari serta menempatkan sesuatu pada tempatnya. Empan papan-nya jelas. Sesuai proporsi yang semsetinya. Formula ini bagian turunan dari yang disebut adil. Seperti yang sudah umum dipahami bahwa adil bukan sama rata sama rasa, namun, adil ialah menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Letupan adu argument, konflik ideologi, bias opini antar organisme merupakan perjalan kultur maiyah yang tidak harus dihindari, tapi dinikmati dengan kehangatan kopi. Bahkan ketololan separah apapaun serta dosa dari wajah-wajah tidak menjadikannya tercemar, melainkan menjelma adegan ludruk. Dimana segala hujat menjadi parodi yang hangat. Begitulah dapur maiyah semestinya berfungsi, untuk memasak segala bahan menjadi sesuatu yang terkadang menjadi pembahasan yang menarik, menggelitik sudut logika yang unik. Tak jarang pula manjadi sajian yang mempunyai nilai artistik sekaligus menjadi pemantik. Ya, selayaknya pemantik, maka maiyah membangun serta menghadirkan pemahaman mendasar pada tiap individu. Bukan menyajikan dogma seragam yang menyamaratakan asasi tiap manusia.
Pengolahan berbagai energi tersebut menjadi darurat jika melihat kondisi pertiwi hari ini. Dimana keragaman terpasung, perbedaan menjadi musuh besar, dan orang-orang seolah digiring menjadi manusia suci dalam sudut pandang sepihak. Maka revolusi energi harus menjadi pilihan. Mengolah segala energi, baik positif, negative, reaktif, pasif bahkan nihil sekalipun menjadi ramuan atau mantra yang indah dan lezat agar dapat disajikan dalam semesta kebersamaan. Apakah kita tidak jenuh terjebak pada pengolahan energi yang salah?. Seperti salah satunya memandang manusia menjadi dua spesies binatang. Jika tidak terbang menjelma kelelawar maka dapat dipastikan molompat menjadi kodok atau berenang bak berudu. Mau sampai kapan kita tersesat pada cara pandang seperti ini? Mempergunakan energi tidak semestinya yang berakhir pada kesia-siaan yang fana. Mari saling insyafi kecerobohan ini agar tidak terus berlanjut. Kita hanya akan dirudung lelah tanpa tau sebab dan tujuannya.
Mari Datang, duduk, nikmati dan Rasakan getaran-getaran Energy Sang Khalik. Penguasa segala apa yang kita sangka milik kita. Reguk SHULTHON atau kekuatan khusus dari Allah untuk membangkitkan energi yang beribu kali lipat dibanding Nuklir sekalipun.
Leave a Reply